DILEMA SUMBER DAYA ALAM KARET YANG MELIMPAH

PERKEBUNAN KARET DI TIYUH SUMBER REJEKI
PERKEBUNAN KARET DI TIYUH SUMBER REJEKI

Untuk kali ini saya akan mengulas tetang keterpurukan masyarakat Tiyuh Sumberejeki yang 90% masyarakat berprofesi sebaagai petani karet, hal ini terlihat dari luasnya perkebunan dan aktivitas keseharian masyarakat yang tidak bisa lepas dari lahan perkebunan karet.

akan tetapi fakta di atas tidak berbanding lurus dengan pendapatan dan kesejahteraan para petani, hal ini disebabkan karna saat ini (19/12/2018) harga karet d Tiyuh Sumber Rejeki hanya sebesar 5000 rupiah per kilogram. dengan harga semurah itu dan juga ditambah dengan kondisi alam yang belum stabil curah hujannya menjadikan pendapatan petani sangat minim dan jauh dari kata sejahtera hal senada juga di ungkapkan oleh katino salah seorang petani karet di Tiyuh Sumber Rejeki yang juga terdampak oleh murahnya harga karet.

hal tersebut di atas juga di benarkan oleh edi supriyadi salah satu agen karet di tiyuh tersebut saat di temui dilapak karet miliknya dia mengungkapkan sudah berapa tahun ini harga karet tidak setabil dan cenderung mengalami penurunan yang siknifikan. ”itu semua mungkin disebabkan karna banyaknya para petani karet yang dengan curang mengolah dan mereka daya ( gebor) agar  hasil getahnya menjadi lebih banyak tanpa memperdulikan kualitas produk karetnya’ imbuh edi supriyadi.

sangat disayangkan memang, dengan sumber daya alam yang melimpah yang seharusnya bisa menunjang kesejahteran para petani nyatanya belum bisa dijadikan sumber pendapatan yang layak .

‘sebagai masyarakat bawah kami(Masyarakat Tiyuh Sumber Rejeki) hanya bisa berharap dari kebijakan pemerintah dan dinas terkait agar kiranya dapat menaikan harga karet sehingga produk karet ini bisa benar-benar menjadi produk unggulan dan benar-benar bisa mensejahterakan masyarakat’ ungkap Ponimin selaku kepalo tiyuh Sumber Rejeki. (red. nathan)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan